Archive for 2013

TRIP TO BALI - Hari1


Hari Pertama – 15 Maret 2013
                Jumat pukul 07.00 WIB kumpul disekolahan, menempati bus masing-masing (aku di bus 1) setelah siap semua, saatnya pemberangkat dari Semarang. Sampai di RM Wahyu Utomo sekitar jam 11.30 untuk makan siang. Setelah makan siang semua laki-laki yang beragama islam pergi sesuatu masjid untuk sholat jumat dahulu, sedangkan yang perempuan menunggu sambil istirahat di RM tersebut.
Ada ceritanya anak yang ketinggalan pula, makanya kita sambil menunggu dia datang dulu baru melanjutkan perjalanan. Kemudian sejenak mampir ke Probolinggo untuk makan malam sekitar pukul 19.00 dilanjutkan sholat magrib di jamak qhasar dengan isya sekalian supaya tenang dan tidak perlu berhenti lagi. Lanjut kita menuju ke Pelabuhan Ketapang.
                Tiba di pelabuhan sekitar pk 00.00 tengah malam untuk menyeberang ke Pulau Dewata Bali. Akan tetapi butuh waktu sangat lama hingga 1,5 jam untuk kita bisa masuk ke dalam kapal karena antriannya yang sangat banyak. Saat di pelabuhan ada beberapa anak daerah sana yang berenang dipesisir dermaga, ternyata itu adalah pekerjaan mereka dengan mencari uang receh yang dilempar para wisatawan ke dalam air. Hanya demi mendapatkan koin rupiah mereka sanggup berenang pada posisi yang saat dingin, sallut ngeliat mereka.
Thursday, June 13, 2013
Posted by Unknown

TRIP TO BALI - part1


Bali, yaah gitu lah. Pasti nama BALI udah familiar buat kalian semua. Salah satu pulau di Indonesia yang enksistensinya melebihi ibukota Indonesia sendiri. Banyak wisatawan dari berbagai negara yang berdatangan disana. Bali terkenal dengan keindahan alamnya, mulai dari pantai (terutama), pegunungan, bahkan telaga pun di Bali semua ada. Sebelum aku menceritakan pengalaman ku selama liburan disana, aku mau nunjukin beberapa foto pemandangan di Bali hasil dari photograph ku sendiri nih, hehe :p semoga pada suka yaa :)













Posted by Unknown

Tentang Rakha


Nama aku Rakha Raihan. Lahir di Semarang, tanggal 27 Agustus 1996. Sehingga memiliki zodiak virgo dan shio tikus. Aku adalah seorang siswa di SMA negeri 7 Semarang. Beragama islam. Tinggal di Perum Griya Pandana Merdeka blok I/no.1 Ngalian Semarang. I like a purple color, mulai dari cat kamar, hp, tema hp, pelindung hp, sampe tema di blog pun juga ungu, pokoknya masih banyak lagi koleksi ungu ku J . Jadi saya sering dipanggil dengan sebutan “Mr.Purple”. yaah karena memang jarang ada cowok yang identik banget sama warna ungu, tapi aku tetep enjoy dengan semua ini karena inilah aku, jadilah diri sendiri!

Alhamdulillah aku masih mempunyai orang tua lengkap. Papa bernama Yusuf Sutomo dan Mama ku Yunik Ermawati, mereka berdua bekerja sebagai pegawai swasta, tetapi beda pekerjaan. Papa bekerja di PT Pura Barutama sedangkan Mama bekerta di PT Panca Tunggal. Aku juga mempunyai seorang kakak perempuan bernama Firdha Fabrina, dia seorang mahasiswa di UNIKA jurusan psikologi semester akhir. (sekilas tentang keluarga)

Pendidikan ku dimulai dari  TK Nurul Islam Semarang, selama 2th. Dilanjutkan SD Negeri Purwoyoso 03 Semarang, selama 6th. Setelah lulus SD th 2007/2008 dengan nilai nem 23.50, aku bisa masuk SMP Negeri 18 Semarang, selama 3th. Lulus SMP th 2010/2011 nilai nem-nya cukup mepet yaitu 32.10 dan akhirnya bisa masuk SMA Negeri 7 Semarang.

Meskipun SMA Negeri 7 Semarang menjadi pilihan kedua dan saya lengser dari pilihan yang pertama tapi bukan masalah menurut saya, karena dengan saya disini saya justru bisa menjadi aktifis di sekolah (OSIS & PMR) dan alhamdulillah saya mendapatkan peringkat yang cukup baik di sekolah.

Salam kenal :)
Monday, June 10, 2013
Posted by Unknown

tahap pembuatan kompos


Proses Komposting

compost1 
 
Komposting merupakan proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik tersebut sebagai sumber energi (SNI, 2004). Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol prose salami tersbut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat.
Pada dasarnya semua bahan organik padat dapat dikomposkan, misalnya limbah organik rumah tangga, sampah-sampah organik pertanian, sampah-sampah organik kota, pasar, limbah/ kotoran peternakan, limbah pabrik kertas, pabrik gula, pabrik kelapa sawit, dan lain-lain. Bahan yang sulit dikomposkan antara lain tulang, tanduk, dan rambut. Berikut ini bahan-bahan yang umum dijadikan bahan baku pengomposan :

Asal
Bahan
Pertanian Jerami, sekam padi, gulma, batang dan tongkol jagung, semua bagian vegetative tanaman, batang pisang, dan sabut kelapa
Limbah/residu ternak Kotoran padat, limbah ternak cair, limbah pakan ternak
Cairan biogas tanaman air industri Azola, ganggang biru, eceng gondok, gulma air 
Limbah Padat Serbuk gergaji kayu, blotong, kertas, ampas tebu, limbah kelapa sawit, limbah pengalengan makanan, dan pemotongan hewan.
Limbah Cair  Limbah pengolahan kertas, alcohol, monosodium glutamate (terdapat dalam bumbu masak/vitcin), limbah pengolahan minyak kelapa sawit.

Tahap pembuatan komposting
a.      Pemilahan Sampah Organik Dan Anorganik
Sampah yang dikumpulkan di TPA pada umumnya masih bercampur antara bahan-bahan organik dan anorganik, sehingga pemilahan perlu dilakukan secara teliti untuk mendapatkan bahan organik yang dapat dikomposkan seperti daun-daunan, sisa makanan, sayur-sayuran dan buah-buahan.
b.      Pencacahan Sampah Organik
Sampah organik yang telah terkumpul dicacah dengan ukuran 3 – 4 cm. Pencacahan dilakukan dengan menggunakan mesin pencacah sampah organik, dimana pencacahan bertujuan untuk mempercepat proses pembusukan, mikroorganisme akan bekerja secara efektif dalam proses fermentasi.

c.       Penyusunan Tumpukan
Setelah proses pencacahan bahan organik, kemudian dilakukan penumpukan dengan ketentuan tinggi 1.5 m, lebar 1.75 m, dan panjang 2 m. Penumpukan dilakukan dengan model persegi panjang. Dalam tumpukan inilah terjadi proses fermentasi.
d.      Pembalikan dan Penyiraman Tumpukan
Pembalikan tumpukan dilakukan dengan tujuan antara lain untuk membuang panas yang berlebih, memasukkan udara segar kedalam tumpukan, meratakan pemberian air, serta membantu penghancuran sampah. Sedangkan penyiraman dilakukan untuk mempertahankan kelembaban minimal yang disyaratkan, yakni 50%, dan menjaga suhu tumpukan antara 400C sampai dengan 500C.
e.       Pematangan
Setelah proses pencacahan sampai dengan penyiraman yang memakan waktu kurang lebih 30 sampai dengan 40 hari, tahap selanjutnya adalah tahap pematangan. Suhu tumpukan akan turun hingga menyamai suhu ruangan. Pematangan kompos ini ditandai dengan lapuknya tumpukan (berwarna coklat tua kehitaman). Waktu pematangan ini berlangsung kurang lebih selama dua minggu.
f.       Pengeringan
Tumpukan yang sudah matang kemudian dibongkar dan dikeringkan/ dijemur selama kurang lebih satu minggu, hingga kadar air antara 20% sampai dengan 25%.
g.      Penggilingan dan Pengayakan
Proses selanjutnya adalah penggilingan terhadap kompos yang sudah kering. Sebelum kompos digiling, dilakukan pemilahan terhadap kompos tersebut, yakni bahan yang belum terkomposkan dikembalikan ke dalam tumpukan, sedangkan bahan yang tidak terkomposkan (kurang teliti pada saat pemilahan) dibuang sebagai residu. Penggilingan dilakukan untuk mendapatkan butiran kompos yang diinginkan (tidak lebih dari 0.5 cm).
h.      Pengemasan / Penyimpanan
Proses terakhir yang dilaksanakan adalah pengemasan kompos dalam kantung sesuai dengan kebutuhan pemasaran. Kondisi eksisting yang ada, tempat penyimpanan alat, bahan, sera kompos yang sudah jadi masih bercampur, karena belum tersedia gudang untuk tempat penyimpanan kompos.


Wednesday, May 15, 2013
Posted by Unknown
Tag :

Wikipedia

Search results

Visitor Rakha

Flag Counter

Calendar Rakha

Powered by Online Calendar
Animated Dragonica Star Glove Pointer

- Copyright © rakha_raihan -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -